Peneliti surya asal NASA, Jack Ireland, mengaku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Letusan terbilang berukuran sedang, tetapi plasma yang mengandung magnet yang dilontarkan lidah api yang disebut filamen bisa berukuran 10 kali Bumi. Kejadian letusan itu terjadi dalam jangka waktu beberapa jam.
Menakjubkan, Hujan Api di Matahari Terekam oleh NASA
Lidah api matahari meletus pada Selasa (7/6) pagi. Uniknya, letusan tidak menyebabkan lidah api ke angkasa, melainkan kembali ke matahari, menciptakan hujan berbentuk mahkota.
Peneliti surya asal NASA, Jack Ireland, mengaku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Letusan terbilang berukuran sedang, tetapi plasma yang mengandung magnet yang dilontarkan lidah api yang disebut filamen bisa berukuran 10 kali Bumi. Kejadian letusan itu terjadi dalam jangka waktu beberapa jam.

Peneliti surya asal NASA, Jack Ireland, mengaku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Letusan terbilang berukuran sedang, tetapi plasma yang mengandung magnet yang dilontarkan lidah api yang disebut filamen bisa berukuran 10 kali Bumi. Kejadian letusan itu terjadi dalam jangka waktu beberapa jam.
2 Black Hole Besar Ditemukan di Pusat Galaksi Markarian 739
Dari sebuah penelitian lebih lanjut, astronom mendapati bahwa Markarian 739, sebuah galaksi yang berjarak sekitar 425 juta tahun cahaya dari Bumi ke arah konstelasi Leo memiliki tidak cuma satu black hole raksasa, melainkan dua buah black hole di pusat galaksi itu.
![]()
Risiko Lubang Hitam Kian Menakutkan
Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun risikonya tidak hanya itu.
Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu.
Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu.
Terungkap Dua Rahasia Perilaku Terbesar Semesta
Para astronom menemukan, galaksi di semesta memiliki perilaku ‘terbangun’ atau ‘tertidur’. Galaksi ‘terbangun’ sangat aktif membentuk bintang, sementara galaksi ‘tertidur’ tak membentuk satu pun bintang baru.
Apa Beda Asteroid, Komet, dan Meteoroid?
Menurut Near Earth Object Program NASA, asteroid merupakan benda berbatu yang ukurannya relatif kecil, tidak aktif, dan mengorbit Matahari.
Langganan:
Komentar (Atom)
Category
- Aneh tapi Nyata (3)
- ARKEOLOGI (11)
- ASTRONOMI (16)
- FC Barcelona (36)
- INSPIRASI (6)
- Kata-Kata Bijak (1)
- KESEHATAN (1)
- Mari Berwisata (8)
- Misteri (8)
- Sains (27)
- Sports (37)
- Tau Gak Loe???? (16)
- Teknologi (8)
- Tips and Trick (12)
Profil Ane
- Ryan'Vallenz'
- I am just an ordinary person who always want to be different and be a qualified person in every action and word.
Visitors
Blog Archive
-
▼
2012
(74)
-
▼
Februari
(15)
- Menakjubkan, Hujan Api di Matahari Terekam oleh NASA
- 2 Black Hole Besar Ditemukan di Pusat Galaksi Mark...
- Risiko Lubang Hitam Kian Menakutkan
- Terungkap Dua Rahasia Perilaku Terbesar Semesta
- Apa Beda Asteroid, Komet, dan Meteoroid?
- Akhirnya Terungkap Juga, Durasi 1 Hari di Planet N...
- Wah, Ilmuwan Temukan Bulan Baru di Tata Surya
- Ditemukan, Masa Air Tertua dan Terbesar di Jagat Raya
- Kisah Penemuan Galakso Bima Sakti
- NASA Temukan 'Aliran Sungai' di Mars
- Ditemukan Bintang Terdingin Lebih Dingin dari Api
- NASA Merilis Foto-foto Dari Lokasi Pendaratan Manu...
- Kepler-16b, Planet Unik yang Memiliki Dua Matahari
- Bintik Misterius di Planet Uranus
- Apakah Mahluk Planet Lain Sungguh Ada?
-
▼
Februari
(15)